Fokus Piala Dunia 2018 : Denmark Tim Dinamit Penuh Kejutan


Denmark memang sempat absen pada perhelatan Piala Dunia 2014 di Brasil dan Piala Eropa 2016 di Perancis. Namun, sepak terjang tim berjuluk “Dinamit” selalu jadi perhatian setiap kali menjadi kontestan Piala Dunia. Di Rusia nanti, Denmark akan bersaing memperebutkan satu tempat dengan Perancis, Australia dan Peru di Group C. Sepertinya bukan mustahil di atas kertas mereka masih unggul atas Australia dan bisa menang dari Peru serta mengusahakan hasil imbang dengan Perancis. Semua pun masih tergantung dari hasil setiap laga penyisihan.

Denmark menjadi wakil terakhir zona Eropa ke putaran final Piala Dunia 2018 lewat partai play off kontra Irlandia. Sempat diragukan setelah hanya bermain imbang 0-0 di kandang, The Danish Dynamite meledak kencang menuai kemenangan telak 5-1 di Aviva Stadium, Dublin. Christian Eriksen menjadi bintang di pertandingan tandang ini. Pemain Tottenham Hotspur itu memborong tiga gol, yang diapit oleh gol Andreas Christensen dan Nicklas Bendtner (penalti).

Background Negara
Kerajaan Denmark (bahasa Denmark: Kongeriget Danmark) adalah negara Nordik paling kecil dan paling selatan. Denmark terletak di
sebelah barat daya dari Swedia dan selatan dari Norwegia. Negara ini terletak di Skandinavia, Eropa Utara sehingga termasuk Uni
Eropa namun tidak berada di Semenanjung Skandinavia.

  

Denmark berbatasan dengan Laut Baltik dan Laut Utara. Wilayahnya meliputi sebuah semenanjung di Jerman utara bernama Jylland
(Jutlandia), Kepulauan Fyn (Funen), Sjælland (Zealand), Vendsyssel-Thy, Lolland, Falster, Bornholm dan ratusan pulau kecil, yang
sering disebut kepulauan Denmark. Denmark pernah lama menguasai Laut Baltik. Sebelum penggalian Terusan Kiel, jalan air menuju
Laut Baltik hanya dapat dilewati melalui tiga Selat Denmark. Satu-satunya batas darat Denmark adalah dengan Jerman, sedangkan
tetangganya yang dibatasi oleh laut adalah Swedia di timur laut, dan Norwegia di utara.

Sejarah Sebutan “Dinamit”

Kisah kehebatan Denmark mencuat 28 tahun silam, tepatnya 4 Juni 1986 saat Denmark untuk pertama kalinya berhasil lolos di Piala
Dunia 1986 Meksiko. Itu merupakan kali pertama tim Skandinavia Merah mentas di kancah Piala Dunia. Sayangnya, hasil undian
dianggap cukup berat, menempatkan Denmark dalam ‘grup maut’ bersama Jerman Barat, Skotlandia, dan Uruguay.

Meski dipandang sebagai tim underdog, keberhasilan Denmark di Piala Eropa 1984 masuk menjadi semifinalis, berdampak pada permainan mereka di Piala Dunia.

Tidak ingin malu atas status sebagai semifinalis Eropa, Denmark mampu unggul tipis atas Skotlandia 1-0 di laga pembuka. Selanjutnya tim merah-putih itu bahkan berhasil melibas Uruguay dengan skor 6-1.

Di laga akhir, Jerman Barat menjadi tim tersakiti terakhir karena harus mengakui kekuatan Denmark dengan skor 0-2. Berkat hasil
memuaskan ini, Denmark berhak lolos dengan predikat juara grup.

Euforia lolos ke babak 16 besar akhirnya berakhir dengan kenyataan pahit. Mereka harus berjumpa lawan berat Spanyol dan tunduk
dengan skor telak 1-5.

Setelah penampilan fenomenal di Piala Dunia 1986, Denmark gagal lolos kualifikasi Piala Dunia di Italia (1990) dan USA (1994).
Namun mata pecinta sepakbola di dunia kembali terbelalak ketika tim dinamit bukan hanya kembali meledak tapi juga sukses
merengkuh Piala Eropa 1992 di Swedia. Lolos sebagai tim pengganti, Denmark secara mengejutkan menaklukan Belanda di semifinal dan
di luar dugaan menang 2-0 atas Jerman Barat di final.

Era “Olson Gang” (2000-2012)
Morten Olsen mengambil nahkoda timnas Denmark pada Juli 2000. Eks pemain dan kapten yang sarat pengalaman mentransformasi sebuah
kesebelasan biasa menjadi tim yang efektif, menyerang dan eksplosif. Olsen mengubah pakem formasi 4–4-2 yang disukai pelatih
timnas sebelumnya, Bo Johansson, ke gaya yang lebih menyerang dengan penekanan pada sayap cepat. Ia mengadopsi total football ala
klub Ajax dengan formasi 4-3–3 atau 4–2–3–1. Alhasil dua winger macam Jesper Grønkjær dan Dennis Rommedahl pun bersinar sesuai
dengan formasi itu.

Olsen bahkan sempat mengancam lebih baik mundur jika timnas tetap menggunakan skema 4-4-2. Demi mendukung erwujudnya sistem
permainan baru, ia minta klub Denmark mendukung pengembangan pemain untuk sistem taktis 4–3–3 yang baru. Perubahan lain yang
dibawa Olsen ke tim nasional adalah menekankan pentingnya menggunakan pemain yang sesuai dan telah bermain reguler di klub.

Denmark kemudian lolos ke putaran Piala Dunia 2002 dan Euro 2004, tetapi meskipun hasil yang mengesankan di babak penyisihan grup
di kedua turnamen, terutama kemenangan 2-0 melawan juara Piala Dunia Prancis pada 2002, Denmark tidak berhasil maju lebih jauh.
Pada Piala Dunia 2002, Denmark dikalahkan oleh Inggris di babak 16 besar,sementara pada Euro 2004, mereka tersingkir di perempat
final melawan Republik Ceko.

Kini, di bawah era pelatih baru, Åge Hareide, gaya permainan Denmark memang telah berubah. Meski tak lagi bertumpu pada kecepatan sayap, tapi kinerja kolektif tim dan permainan taktis tetap menjadi senjata pamungkas untuk mengubah keadaan. Dan, terpenting publik tetap menantikan sehebat apa ledakan dinamit di kancah Piala Dunia kali ini.

Pemain Andalan
Kiper : Kasper Schmeichel

Bek : Simon Kjaer

Gelandang : Eriksen 

Striker : Bendtner , Jorgensen

Line-up Formasi 

Skuad Pilihan

Prediksi Kiprah di Piala Dunia Rusia 2018 : Lolos Fase Group

What's Your Reaction?

Angry Angry
0
Angry
Cute Cute
0
Cute
Fail Fail
0
Fail
Geeky Geeky
0
Geeky
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF

Comments 0

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Fokus Piala Dunia 2018 : Denmark Tim Dinamit Penuh Kejutan

log in

Captcha!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Captcha!
Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format
Bitnami