Pembinaan Sepakbola Usia Dini Yang Bawa Belgia Berjaya


Pembinaan Sepakbola Usia Dini Yang Bawa Belgia Berjaya

Langkah Timnas Belgia boleh jadi sudah terhenti untuk menjadi raja di Piala Dunia 2018. Namun kita semua sepakat jika aksi Eden Hazard dan kawan-kawan menjadi bukti suksesnya pembinaan sepakbola usia dini di Belgia. Seperti apa The Red Devils membentuk tim sekuat itu? Berikut artikel selengkapnya:

Proyek 10 Tahun Belgia Untuk Pembinaan Sepakbola Usia Dini

Pembinaan Sepakbola Usia Dini Yang Bawa Belgia Berjaya

Prestasi sepakbola Belgia sebelum Piala Dunia 2018 ini hanya lah sebatas runner up di Piala Eropa 1980 dan peringkat empat di Piala Dunia 1986. Bahkan selama 20 tahun terakhir, negeri asal film kartun Tintin tersebut gagal menembus fase knockout baik Euro maupun World Cup.

Namun sebuah langkah berani dilakukan oleh sang Technical Director Asosiasi Sepak Bola Belgia, Michel Sablon. Michel mencanangkan ‘Proyek 10 Tahun’ (10 Years Plan) untuk membentuk sebuah tim sepakbola yang bisa bersaing di panggung internasional.

Pembinaan Sepakbola Usia Dini Yang Bawa Belgia Berjaya

Langkah ini dilakukan dengan menanamkan mindset sepakbola modern kepada para pemain Belgia sejak usia dini. Sebuah sinergi diterapkan kepada seluruh pemain muda Belgia secara merata mulai dari akademi hingga tim senior. Filosofi sepakbola modern dengan menggunakan pola 4-3-3 diterapkan sejak pendidikan tingkat dasar.

Proyek 10 tahun Belgia dalam menanamkan mindset sepakbola modern 4-3-3 sejak dini bisa dibilang berhasil. Timnas Belgia kini dihuni oleh pemain dengan daya gedor di atas rata-rata, sangat jauh jika dibandingkan para pendahulu mereka 2 dekade silam.

Bisakah Indonesia Meniru Pembinaan Sepakbola Usia Dini Seperti Belgia?

Pembinaan Sepakbola Usia Dini Yang Bawa Belgia Berjaya

Mereka berhasil mensinergikan satu mindset di seluruh lini dan sektor pembinaan sepakbola mereka. Alhasil para pemain tidak banyak menemui kesulitan beradaptasi ketika berpindah dari akademi menuju tim senior. Pertanyaannya adalah, apakah timnas Indonesia bisa menerapkan sistem yang sama?

Jika dilihat dari sisi bisa atau tidaknya saja, tentu saja bisa jika PSSI memang benar-benar serius menjalankan program semacam ini. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan adalah terjadi perbedaan yang cukup signifikan dari karakteristik bermain antara tim muda dan senior Indonesia.

Contohnya kita pasti tau jiks skuad muda Indonesia kerap bermain dengan mengandalkan umpan-umpan pendek dengan pressing individual antar pemain yang cukup ketat. Hal berbeda terjadi di kubu tim senior yang cenderung mengandalkan umpan panjang dan kurang berani menahan bola lebih lama.

Akibatnya, sudah jelas akan terjadi culture shock terhadap para pemain muda ketika mereka promosi ke skuad senior. Dan jika hal ini masih terus terjadi, jangan harap kita bisa bisa menyamai prestasi seperti yang dicapai oleh pembinaan sepakbola usia dini Belgia.

Facebook Comments


What's Your Reaction?

Angry Angry
0
Angry
Cute Cute
0
Cute
Fail Fail
0
Fail
Geeky Geeky
0
Geeky
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF

Pembinaan Sepakbola Usia Dini Yang Bawa Belgia Berjaya

log in

Captcha!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Captcha!
Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format