Sekelumit Kisah “Moge” Motor Gede Indonesia


Kepemilikan dan penggunaan motor gede (moge) tanpa surat resmi (bodong), memang sudah bukan rahasia lagi. Jangan kaget jika banyak moge di Indonesia yang tidak memiliki kelengkapan surat kendaraan resmi. Buat sebagian besar peminatnya, membeli moge tanpa kelengkapan surat dianggap bukan masalah selama mereka dapat menunggangi mesin dan body motor ber-CC besar yang diinginkan.

Selain tanpa “akte” yang menyebabkan status bodong, su pasti para pemotor pemain moge juga harus mengetahui trik dan tips soal pajak. Well, kalau soal ini bukan cuma moge, pemain mobil-mobil supermewah dan mahal pun melakukan berabagai praktik untuk menyiasati besaran pajak yang dibebankan ke pemilik.

Tingginya pajak untuk import motor gede (moge) di Indonesia menjadi salah satu alasan kenapa banyak motor bodong di Tanah Air. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia menjadi pasar besar dengan jumlah penjualan sepeda motor tertinggi. Memang, penjualan sepeda motor di Indonesia masih dikuasai pabrikan Jepang dengan kapasitas mesin kecil 250cc ke bawah. Pabrikan Eropa memang sulit untuk bersaing di pasar otomotif Indonesia. Terlebih lagi sejak puluhan tahun Indonesia telah didominasi oleh produsen sepeda motor asal Jepang seperti Yamaha, Honda, Kawasaki, dan Suzuki. Motor-motor asal Eropa atau Amerika masih sedikit di jalanan Indonesia.

Namun ada penyebab lain yang membuat penjualan moge di Indonesia lesu. Salah satunya adalah adanya pajak yang terlalu tinggi. Ketentuan yang berlaku mematok pembeli moge di Indonesia diwajibkan membayar pajak sebesar 300 persen. Atau bisa mencapai tiga kali lipat dari harga normal.

Jika dirinci, ada pajak barang masuk atau Bea Masuk Barang dari Luar Negeri ke Indonesia sebesar 40 persen, pajak barang mewah atau Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 125 persen, pajak PPh barang mewah sebesar 5 persen, dan ada PPN 10 pesen.
“Jadi kalau dilihat dari harga Harley-Davidson di Amerika dengan jenis dan model yang sama dengan harga di Indonesia bisa tiga kali lipat. Jadi kalau kita beli motor di Indonesia hanya dapat satu unit, di Amerika bisa dapat tiga unit,” ungkap Sahat Manalu, Dealer Principal Anak Elang Harley-Davidson Jakarta.

Salah seorang pebisnis yang juag kolektor moge Harley-Davidson berharap pemerintah bisa menurunkan pajak pembelian. Menurutnya, ada dua pilihan bagi pemerintah. Pertama mau menaikkan pajak yang tinggi tapi volume yang terjual sedikit dan motor bodong (tanpa kelengkapan surat) banyak masuk.

Dari sebuah sumber di Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) menjelaskan, permasalahan tersebut sangat rumit dan tidak sederhana. Ia menambahkan untuk memberantas pasar gelap seperti itu sangat sulit, butuh komitmen masyarakat dan pemerintah untuk tidak membeli serta memperketat masuknya barang gelap seperti itu ke Indonesia.

“Mengatasi masalah moge yang tanpa surat itu tidak mudah, banyak pemilik yang tergiur dengan harga murah dibanding harga resminya,” ungkap Jeffrey, kepada jurnalis, di Jakarta. Meski demikian, dalam peraturan HDCI telah tertulis bahwa seluruh anggota diharuskan memiliki sepeda motor resmi yang dilengkapi dengan surat kendaraan lengkap. Jeffrey juga menegaskan, HDCI tidak akan menoleransi anggotanya jika mendapatkan masalah terhadap kepemilikan kendaraannya yang tidak dilengkapi surat resmi.

“Ya, kalau kena tilang dan tidak memiliki surat kendaraan lengkap, itu sudah menjadi risiko pemiliknya dan kami tidak akan membantu,” imbuhnya.

Pakai STNK sementara, bulanan, atau tiga bulanan. Jatuhnya jauh lebih murah, toh, moge tidak dipakai setiap hari. Asal kalau jalan sudah ada suratnya,” kata salah satu biker.

Well, ternyata inilah salah satu trik rahasia pegangan penggemar moge bodong. ”STNK bantuan” atau sementara bisa diminta di kepolisian dengan membayarkan sejumlah biaya yang relatif tidak mahal. Masa berlakunya biasanya dalam hitungan bulan.

 

Ini jadi solusi singkat nan brilian yang tentu bersahabat di kantong. Lebih murah? So pasti! Membeli sepeda motor tanpa surat, bisa di pasar gelap, atau di importir umum perorangan, praktek ini biasa dilakukan.

”Biasanya yang mengurus surat sementara sudah punya koneksi di kepolisian. Jadi gampang minta surat sementara,” ujar biker yang berdomisili di Jakarta itu lagi.

Upaya pemutihan yang dilakukan Korlantas pun dianggap terlalu mahal. Para owner dan biker moge bodong bukannya tidak mau membayar pajak. Namun peraturan di Indonesia yang menaikkan PPnBM menjadi 125 persen boleh jadi menyurutkan niat.

Prestige, image, kharisma dan pajak membuat harga jual Moge resmi naik berlipat-lipat sejak ada peraturan baru (off the road). Pajak-pajak dari harga dasarnya jadi semakin tinggi. So, jangan surutkan mimpi untuk punya moge, bisa dengan membeli resmi atau bodong dan dipakai sesekali. Enjoy the Ride!

Facebook Comments


What's Your Reaction?

Angry Angry
0
Angry
Cute Cute
0
Cute
Fail Fail
0
Fail
Geeky Geeky
0
Geeky
Lol Lol
0
Lol
Love Love
0
Love
OMG OMG
0
OMG
Win Win
0
Win
WTF WTF
0
WTF

Sekelumit Kisah “Moge” Motor Gede Indonesia

log in

Captcha!
Don't have an account?
sign up

reset password

Back to
log in

sign up

Captcha!
Back to
log in
Choose A Format
Gif
GIF format